pemilu legislatif 2019

Pemilu Legislatif 2019 Serentak

Pemilu legislatif 2019 untuk pertama kalinya akan diselenggarakan secara serentak bersama dengan pemilihan presiden. Sebelumnya pemilihan legislatif selalu diselenggarakan di waktu yang berbeda dengan pemilihan presiden dan wakil presiden. Pada Pemilu 2014, Pemilu legislatif dilaksanakan pada pada 9 april dan kemudian dilanjutkan dengan pemilihan presiden pada 9 Juli 2019. Jika dilihat, antara Pemilu legislatif dan Pemilu presiden berjarak 3 bulan.

Setidaknya ada 4 partai baru yang bertarung pada pemilu legislatif tahun ini. Partai-partai tersebut adalah PSI (Partai Solidaritas Indonesia), Partai Garuda, Partai Berkarya dan dan Partai Perindo. Partai PSI dipimpin oleh mantan wartawan, Grace Natalia. Sementara Partai Berkarya, dipimpin langsung oleh putra mantan presiden Soeharto yaitu Hoetomo Mandala (Tommy Soeharto). Partai Perindo dipimpin oleh orang yang tidak asing lagi, Hary Tanoesoedibjo yang sebelumnya sudah pernah ikut bertarung dalam Pilpres 2014. Dan yang terakhir, Partai Garuda dipimpin oleh Ahmad Ridha Sabana. Dari keseluruhan partai yang bertarung pada pemilu 2019 setidaknya ada 2 partai yang memiliki pemimpin perempuan yaitu PDIP yang dipimpin oleh ibu Megawati Soekarno Putri dan Partai Solidaritas Indonesia dipimpin oleh Grace Natalia.

Biaya Pemilu serentak 2019 meningkat sebanyak 700 miliar dari Pemilu sebelumnya yaitu dengan anggaran mencapai 24,8 triliun. Pada pemilu 2014, anggaran yang dikucurkan pemerintah Indonesia untuk Pemilu sebesar 24,1 triliun. Jumlah biaya ini akan dialokasikan secara efisien untuk mendanai serangkaian kegiatan pemilu legislatif 2019 dan Pilpres.

Akan ada lima kertas suara dengan lima warna yang akan digunakan oleh peserta Pemilu. Kertas suara warna abu-abu untuk surat suara Presiden dan Wakil Presiden. Kertas warna kuning untuk surat suara anggota DPR RI. Kertas warna merah untuk surat suara DPD RI. Kertas warna biru untuk surat suara DPRD Provinsi dan kertas suara warna hijau untuk surat suara DPRD Kabupaten/Kota. Seluruh provinsi di Indonesia akan mendapatkan kelima jenis kertas suara tersebut kecuali provinsi DKI Jakarta yang tidak menggunakan kertas suara berwarna hijau (surat suara DPRD Kabupaten/Kota).

Pemilu serentak kali ini akan menghasilkan pilihan 1 orang Presiden dan Wakil Presiden, 575 anggota DPR, 136 anggota DPD, 17.610 anggota DPRD Kabupaten/Kota dan 2.207 anggota DPR Provinsi. Setidaknya ada 185,7 juta pemilih yang akan akan berpartisipasi dalam Pemilu kali ini.

Pemilu serentak 2019 diharapkan dapat berlangsung secara damai tanpa adanya perdebatan maupun isu-isu yang dapat memecah belah persatuan. Beda pilihan bukan menjadi masalah. Masyarakat Indonesia agaknya dapat lebih berhati-hati ketika mendapatkan informasi-informasi yang sifatnya menghasut. Pastikan kebenaran informasi tersebut dan jangan biarkan para penyebar berita hoaks memecah belah Indonesia. Jangan lupa datang ke TPS terdekat untuk mengikuti pemilu legislatif 2019.