Travel Haji Plus semakin berkembang

2 Jenis Ibadah Haji ke Tanah Suci

Setiap tahun Mekah dan Madinah dipadati oleh jutaan umat islam yang melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji merupakan salah satu rukun islam yang ke lima, sehingga semua umat muslim tentu saja ingin melakukan Ibadah ini dan menginjakkan kaki di tanah suci. Menurut catatan pada tahun 2017 lalu Arab Saudi ramai dikunjungi hingga 1.6 juta orang yang melaksanakan ibadah haji, baik ibadah haji biasa atau haji plus.

Negara Indonesia adalah salah satu negara penyumbang terbesar untuk jamaah haji setiap tahunnya. Tahun 2018 diperkirakan 221 ribu jamaah asal Indonesia memadati tanah suci. Berdasarkan informasi disebutkan bahwa Saudi Arabia memperoleh keuntungan sebesar 8.5 miliar dolar AS pada saat musim haji. Tentu saja ini adalah jumlah yang sangat fantastis. Tidak heran banyak sekali biro travel haji yang menawarkan jasa, meski tidak terlalu mudah juga mendapatkan travel haji plus yang bagus. Jumlah tersebut diperoleh dari biaya jamaah haji selama 40 hari yakni penginapan, makanan, minuman, oleh-oleh, dan tagihan telpon jamaah dari luar Arab Saudi.

Tingginya minat masyarakat untuk melakukan ibadah haji membuat pemerintah Indonesia membatasi kuota keberangkatan jamaah setiap tahun. Jadi para calon jamaah harus antri jika ingin melaksanakan ibadah haji. Biaya yang untuk melaksanakan ibadah haji juga sangat tinggi sekali, sehingga masyarakat kelas menengah harus menabung bertahun-tahun bahkan berpuluh tahun agar bisa melaksanakan ibadah haji ke tanah suci.Sehingga banyak masyarakat yang akhirnya melaksanakan ibadah umrah atau disebut haji kecil.

Nah, di Indonesia ada dua jenis ibadah haji. Yuk simak info lengkapnya.

Haji Plus Kuota

Penyelenggara haji plus adalah pihak swasta,maka wajar saja biaya ongkosnya jauh lebih besar jika dibandingkan dengan biaya haji biasa yang diselenggarakan pemerintah. Meskipun penyelenggaranya adalah pihak swasta akan tetapi tetap terhitung masuk dalam kuota haji pemerintah. Biaya haji plus mahal berhubungan dengan fasilitas dan kenyamanan pelayanan.

Haji Plus Non Kuota

Jenis haji ini masuk dalam visa furoda atau visa undangan dari kerajaan Arab Saudi. Pada dasarnya program haji plus termasuk dalam kuota haji negara Indonesia. Berbeda dengan visa Furoda yang masuk dalam kuota jamaah haji asal Arab Saudi dan porsi kuota tersebut bisa dimanfaatkan untuk semua calon jamaah haji di dunia, tentu saja hal ini legal.